Sekilasindonews.com JAKARTA — Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, menyampaikan bahwa prosesi penyerahan surat kepercayaan (credentials) para duta besar merupakan bagian dari tradisi diplomatik yang telah berlangsung lama dan menjadi simbol penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan negara-negara sahabat.
Dalam keterangannya usai acara penyerahan credentials batch kedua, Selasa (9/6), Wamenlu menjelaskan kehadiran para duta besar dari berbagai negara, serta menegaskan bahwa proses tersebut merupakan prosedur diplomatik yang bersifat formal dan penuh makna.
“Kemudian secara tradisional ya, biasanya dalam penyerahan credentials itu para dubes masing-masing menyerahkan surat kepercayaan. Setelah itu ada ya ramah tamah informal begitu. Polanya seperti itu,” ujar Havas.
Havas menambahkan bahwa praktik serupa juga merupakan hal yang lazim di berbagai negara tempat dirinya pernah bertugas.
“Zaman saya dulu di Jerman begitu. Jadi yang kita lakukan adalah sekarang tradisi menerima surat kepercayaan dari para duta besar yang mereka suratnya biasanya ditandatangani oleh bisa presiden, bisa raja. Jadi tergantung dari negaranya masing-masing,” lanjutnya.
Adapun, terkait pesan diplomatik yang disampaikan para duta besar, Havas menyebutkan bahwa terdapat semangat untuk memperkuat kerja sama internasional dengan Indonesia.














