SEKILASINDONEWS.COM- DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel segera mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Pulau Bangka. Meski demikian, Pertamina memastikan stok BBM masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tujuh hari ke depan.
Desakan itu disampaikan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di ruang Ketua DPRD Babel, Selasa (14/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Pertamina menegaskan antrean panjang bukan dipicu berkurangnya pasokan BBM, melainkan adanya dugaan pembelian berulang oleh oknum yang memanfaatkan QR Code berbeda hingga menggunakan nomor polisi palsu.
“Kalau dihitung, stok BBM kita sebenarnya aman sampai tujuh hari ke depan. Tidak ada masalah pada penyaluran. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujar perwakilan Pertamina.
Hasil pemantauan Pertamina menemukan praktik penyalahgunaan QR Code di sejumlah SPBU. Bahkan, hampir 500 kendaraan telah diblokir karena terindikasi melakukan pengisian berulang secara tidak wajar.
“Kami menemukan banyak QR Code yang sama digunakan berulang, bahkan ada kendaraan memakai nomor polisi palsu. Sudah hampir 500 kendaraan yang kami blokir,” katanya.
















