Sekilasindonews.com Jakarta, – Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempercepat langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino dan kemarau panjang yang berpotensi memperburuk persoalan air bersih di Makassar dan wilayah sekitarnya.
Andi Iwan Darmawan Aras merupakan legislator Partai Gerindra, partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina.
Dorongan anak buah Prabowo di parlemen tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih.
Pada Agustus 2026, Presiden Prabowo meresmikan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat dan menyebut pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari misi bakti kepada rakyat.
Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan ini menilai persoalan air bersih di Makassar tidak bisa menunggu hingga kondisi memasuki tahap darurat. Pemerintah, kata dia, perlu bekerja sejak dini dengan menggunakan data dan proyeksi iklim sebagai dasar pengambilan langkah di lapangan.
“Kami bersama Komisi V DPR RI telah meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata di Kabupaten Gowa. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pelayanan dan kesiapan infrastruktur penyediaan air bersih bagi masyarakat Makassar dan kawasan sekitarnya, ” ungkapnya.
Legislator Partai Gerindra tersebut mengungkapkan bahwa persoalan ketersediaan air telah memicu peningkatan keluhan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
“Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial, hingga keluhan yang disampaikan langsung oleh konstituen,” ungkap Andi Iwan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Terlebih, ancaman El Nino dan kemarau panjang dapat memberi tekanan lebih besar terhadap ketersediaan sumber air baku apabila tidak diantisipasi sejak awal.














