Ia menegaskan, dukungan perusahaan dalam memfasilitasi tempat dan partisipasi karyawan sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah rumah sakit di wilayah Bangka Barat.
Lebih lanjut, Jovita mengungkapkan bahwa budaya donor darah sebenarnya telah tumbuh di kalangan karyawan PT Timah.
Bahkan, sejumlah pegawai kerap menjadi pendonor sukarela maupun donor pengganti saat ada pasien yang membutuhkan darah mendesak.
“Dengan jumlah karyawan yang cukup besar di wilayah ini, potensi donor darah sangat besar. Ini bisa menjadi kekuatan untuk menjaga stok darah tetap aman,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darah. Menurutnya, donor darah bukan hanya tindakan sosial, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat.
“Menjadi pahlawan tidak harus di medan perang. Dengan mendonorkan darah, kita sudah membantu menyelamatkan nyawa. Jangan takut donor, manfaatnya jauh lebih besar dan tidak dipungut biaya,” tegasnya.
Salah satu peserta donor, Amanda, mahasiswi magang di PT Timah Tbk, mengaku bangga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi pengalaman berharga selama menjalani masa magang.
“Senang bisa ikut berpartisipasi. Semoga darah yang saya donor bisa membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PT Timah Tbk tidak hanya memperingati Bulan K3 dari sisi keselamatan kerja, tetapi juga memperluas maknanya menjadi kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan di tengah masyarakat. (*)















