Di belantara pertambangan ilegal Lubuk Besar, nama Haji Ton sendiri bukan sosok baru. Melainkan pemain lama yang sempat menjadi sorotan tim satgas PKH dan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung usai mengamankan 50 unit alat berat tahun 2025 lalu. Dimana disebut-sebut ada 9 unit alat berat di antaranya adalah milik Haji Ton.
Kemunculan nama H Ton sendiri tidak mendapat bantahan dari warga sekitar. Dimana dikatakan sumber sosok Haji Ton dalam pusaran tambang timah ilegal tersebut sama sekali tidak mau memunculkan diri. Dia hanya mengutus orang kepercayaan dari lingkungan keluarga sendiri dalam urusan lapangan.
“Ada tangan kanan dan kepercayaanya yang bekerja di lokasi. Kalau bos besarnya bermain di balik layar saja,” kata sumber tersebut.
Tambang ilegal tersebut bekerja saat malam hari. Ini guna menyamarkan pekerjaan ilegal mereka. “Kalau siang hari ada juga, mungkin takut karena terlalu nampak jadi mereka siasati saat malam hari kerjanya,” ungkapnya.
“Saat malam hari, akan terdengar suara deru mesin tambangnya dan hilir mudik pekerja. Kabarnya juga Polsek dan Polres setempat sudah tahu informasi tersebut. Namun entah kenapa gak ditertibkan, padahal lokasi tersebut sudah menjadi atensi Presiden Prabowo. Bahkan banyak alat berat sudah disita dari situ, bahkan pelaku penambangan ilegal sudah diproses hukum,” ujarnya.
“Mestinya ini menjadi efek jera,” tukasnya. Informasi yang berhasil dihimpun dari salah satu orang dekat Haji Ton yang berdomisili di kota Pangkalpinang. Orang dekat tersebut mengaku sudah menghubungi langsung Haji Ton dengan mempertanyakan kebenaran soal pemberitaan tersebut. Namun hasil pembicaraan antara dirinya dengan Haji Ton ogah untuk jadi bahan berita. Dia hanya menceritakan saja tanpa mau menjadi bahan berita. (red)
















