Secara desain, cluster ini mengusung arsitektur modern dengan penekanan pada pencahayaan alami, sirkulasi udara yang optimal, serta tata ruang yang efisien. Setiap unit dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus fleksibilitas bagi penghuninya.
Direktur TKPP, Candra Hadiqadriman, menegaskan bahwa proyek ini tidak sekadar menjual rumah, tetapi menawarkan ruang hidup yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
“Kami ingin menghadirkan hunian yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional, nyaman, dan memiliki nilai investasi jangka panjang,” katanya.
Dari sisi fasilitas, Cluster Nawasena dilengkapi akses privat menuju tol, ruang komunal, jogging track, taman bermain, ruang terbuka hijau, serta sistem keamanan 24 jam.
“Kawasan ini juga terhubung dengan sejumlah akses strategis seperti Tol Bekasi Timur, Tol Bekasi Barat, Tol Jatiasih, dan Tol Tambun,” ujar Candra Hadiqadriman.
Selain itu, kata Candra, lokasinya juga berdekatan dengan berbagai pusat perbelanjaan dan layanan kesehatan, di antaranya Living World, Metropolitan Mall, Grand Metropolitan Mall, Summarecon Bekasi, hingga sejumlah rumah sakit besar di wilayah Bekasi.
“Cluster hunian ini menawarkan dua tipe hunian satu lantai, yakni tipe 36 dan tipe 45, dengan harga mulai dari Rp600 juta hingga Rp1 miliar. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi, menyasar kebutuhan keluarga muda yang menginginkan rumah pertama,” bebernya.
Optimisme terhadap proyek ini juga disampaikan Kepala Divisi Pemasaran dan Promosi TKPP, Suhendra Sanusi, yang menilai respons pasar terhadap hunian modern di Bekasi masih sangat positif.
Sebagai bagian dari komitmen lingkungan, TKPP juga melakukan penanaman 100 pohon trembesi di kawasan pengembangan. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mulai diintegrasikan dalam setiap proyek perusahaan.
“Kami optimistis hunian ini diminati, khususnya oleh keluarga muda yang mencari rumah modern di kawasan Bekasi,” ujarnya. (*)
















