Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Anggota DPRD Babel Dr Zarril Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Warga Mentok

×

Anggota DPRD Babel Dr Zarril Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Warga Mentok

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Babel Dr Zarril Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Warga Mentok

Anggota DPRD Babel Dr Zarril Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Warga Mentok

SEKILASINDONEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr Zarril, menggelar khitanan massal gratis bagi warga Mentok, Bangka Barat, Kamis (25/12/2025). Kegiatan layanan kesehatan ini menyasar anak-anak dari keluarga masyarakat umum dan dilaksanakan di Rumah Qur’an Sarah Umar, Jalan Pejaksaan.

Sebanyak 17 anak mengikuti khitanan massal tersebut, melampaui kuota awal yang disiapkan sebanyak 10 peserta. Antusiasme warga yang tinggi mencerminkan besarnya kebutuhan layanan kesehatan dasar yang mudah diakses dan terjangkau di tingkat akar rumput.

Dr Zarril menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial yang dijalankannya sebagai tenaga medis sekaligus wakil rakyat.

“Sebagai dokter dan anggota DPRD, saya merasa terpanggil untuk hadir langsung membantu masyarakat. Kegiatan ini dibiayai oleh donatur, dan saya sendiri tidak mengetahui siapa donaturnya. Inilah bentuk kepedulian tulus untuk masyarakat,” ujar Dr Zarril di sela kegiatan.

Tidak hanya bertindak sebagai inisiator, Dr Zarril juga terjun langsung menangani proses khitan. Ia berinteraksi dengan anak-anak peserta, menenangkan mereka, serta memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana agar tidak merasa takut.

Menurut Dr Zarril, pendekatan psikologis menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan anak, terutama dalam kegiatan khitanan massal.

“Anak-anak harus dibuat nyaman terlebih dahulu. Kami jelaskan secara sederhana apa yang akan dilakukan, sehingga rasa takut bisa dikurangi,” jelasnya.

Pendekatan tersebut dirasakan langsung oleh peserta. Rafi (8), salah satu anak peserta, mengaku sempat merasa takut sebelum dikhitan. Namun, rasa cemas itu berangsur hilang setelah mendapat penjelasan dari dokter.

“Awalnya takut, tapi sekarang sudah nggak sakit,” katanya singkat.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional