Hal serupa disampaikan Adit (10), yang menyebut pelayanan khitan berlangsung nyaman. “Dokternya baik,” ujarnya.
Bagi para orang tua, kegiatan khitanan massal gratis ini sangat membantu, terutama di tengah keterbatasan ekonomi. Siti Aminah, salah satu orang tua peserta, mengaku bersyukur anaknya bisa mengikuti khitanan tanpa biaya.
“Kami sangat terbantu. Biasanya sunat itu mahal. Alhamdulillah ini gratis dan pelayanannya bagus,” katanya.
Sementara itu, Edi Umar, penggerak Yayasan Rumah Qur’an Sarah Umar, menjelaskan bahwa kegiatan khitanan massal tersebut merupakan bagian dari program sosial yayasan yang telah berjalan secara berkelanjutan.
“Ini kegiatan khitanan massal yang kedua. Yayasan kami sudah berbadan hukum sejak 2023 dan aktif di kegiatan sosial dan keagamaan. Kami mengapresiasi keterlibatan langsung Dr Zarril yang turun sendiri melayani anak-anak,” ujar Edi Umar.
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan bahwa kegiatan serupa masih sangat dibutuhkan masyarakat. Bahkan, sejumlah warga harus didaftarkan untuk kegiatan lanjutan pada tahun berikutnya karena keterbatasan kuota.
Dr Zarril menyatakan, kegiatan pelayanan kesehatan gratis tersebut akan terus diperluas ke berbagai wilayah di Bangka Belitung, termasuk Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami dorong. Selain khitanan massal, ke depan juga direncanakan layanan medis lain yang masih menjadi kewenangan dokter umum,” ungkapnya.
Melalui kegiatan khitanan massal ini, Dr Zarril menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)




















