Angka Stunting di Bangka Selatan Meningkat, DKPPKB Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
SEKILASINDONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting menyusul meningkatnya prevalensi stunting di daerah tersebut.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, angka stunting di Bangka Selatan tercatat mencapai 24,6 persen, naik dibandingkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 yang berada di angka 20,7 persen.
Penguatan komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penggerakan Cegah Stunting Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Selasa (7/7/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, kader Posyandu, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
Kepala DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, mengatakan peningkatan prevalensi stunting menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang lebih pendek dari usianya, tetapi merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujar dr. Agus saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, upaya perbaikan gizi masyarakat telah menjadi amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menitikberatkan pada peningkatan mutu gizi melalui perbaikan pola konsumsi pangan, peningkatan perilaku sadar gizi, peningkatan akses pelayanan gizi, serta penguatan layanan kesehatan yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Karena itu, kami (pemerintah daerah_red) terus mendorong berbagai langkah pencegahan sejak dini agar anak-anak dapat tumbuh optimal sejak dalam kandungan hingga masa balita,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data SKI Tahun 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Selatan berada pada angka 20,7 persen. Namun, hasil SSGI Tahun 2024 menunjukkan angka tersebut meningkat menjadi 24,6 persen.














