Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Angka Stunting di Bangka Selatan Meningkat, DKPPKB Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

×

Angka Stunting di Bangka Selatan Meningkat, DKPPKB Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Angka Stunting di Bangka Selatan Meningkat, DKPPKB Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

“Kondisi ini menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting di Bangka Selatan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama,” katanya.

Selain stunting, pemerintah juga terus memantau persoalan gizi lainnya. Agus menyebut angka wasting atau balita kurus memang mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, namun prevalensi balita pendek masih tergolong tinggi sehingga memerlukan intervensi yang berkesinambungan.

Menurut Agus, anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, hambatan kemampuan belajar, meningkatnya risiko penyakit, hingga produktivitas yang lebih rendah saat memasuki usia dewasa.

Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta keluarga untuk memperkuat sinergi dalam mencegah stunting.

“Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengingatkan pentingnya memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun disertai makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, serta rutin memantau pertumbuhan balita di Posyandu maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan air bersih, sanitasi yang layak, hingga edukasi pola asuh di lingkungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting.

Agus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pihak yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam program percepatan penurunan stunting.

Ia berharap kegiatan Penggerakan Cegah Stunting Tahun 2026 mampu memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat dan partisipasi aktif seluruh masyarakat, target penurunan stunting dapat tercapai sehingga Bangka Selatan mampu melahirkan generasi yang sehat, tangguh, unggul, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel