“Angka-angka ini bukan sekadar target fiskal. Di baliknya terdapat tanggung jawab Pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan sekaligus memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Suahasil.
Belanja tersebut akan digunakan untuk berbagai program keberpihakan kepada rakyat demi meningkatkan kesejahteraan yang disusun dalam delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dan satu program pendukung (enabler), yang meliputi 60 program kerja.
Sebagian besar belanja itu akan dialokasikan pada empat sektor utama, yakni anggaran pendidikan sebesar Rp824 triliun, anggaran perlindungan sosial Rp539,7 triliun, dan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp195,3 triliun.
Dengan desain tersebut, defisit APBN 2027 ditargetkan bisa tetap terjaga, terarah, dan terukur di bawah 3 persen, yakni 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu, asumsi makro APBN 2027 disusun dengan rincian target pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5 persen, tingkat suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen, nilai tukar rupiah pada kisaran Rp17.500 per dolar AS.
Selanjutnya, Indonesian Crude Price (ICP) disepakati sebesar USD 75 per barel, dengan lifting minyak sebesar 612,5 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.
Herman Yakub.














