Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Banjir Rob Setinggi 50 Cm Kembali Terjang Desa Belo Laut

×

Banjir Rob Setinggi 50 Cm Kembali Terjang Desa Belo Laut

Sebarkan artikel ini
Banjir Rob Setinggi 50 Cm Kembali Terjang Desa Belo Laut
Kondisi Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, akibat banjir rob. (Foto: Ist)

SEKILASINDONEWS.COM – Banjir rob setinggi hingga 50 cm kembali menerjang Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (9/1/2026). Akibatnya, Air laut pasang merembes masuk ke permukiman warga, menggenangi puluhan rumah di Dusun II dan Dusun III.

Genangan air laut asin terlihat menguasai ruang-ruang domestik warga. Ruang tamu, dapur, hingga kamar tidur tergenang, memaksa warga mengangkat perabot dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

Banjir rob ini terjadi bersamaan dengan pasang maksimum air laut yang kembali muncul pada awal Januari. Warga menyebut kondisi serupa hampir selalu terulang setiap tahun, terutama saat fase pasang tinggi bertepatan dengan musim hujan.

“Air mulai naik sejak pagi. Begitu pasang penuh, langsung masuk ke rumah. Tingginya sampai betis orang dewasa,” ujar seorang warga Dusun III saat ditemui di lokasi.

Fenomena banjir rob di Belo Laut terus berulang dari tahun ke tahun, terutama saat awal musim hujan yang bertepatan dengan pasang maksimum air laut, dipandang warga sebagai bagian dari siklus hidup yang pahit dan belum menemukan solusi nyata.

“Setiap tahun selalu seperti ini. Air datang, kami bersih-bersih, lalu menunggu air datang lagi,” katanya.

Warga mengaku tetap bertahan di rumah meski kondisi semakin tidak nyaman. Bukan karena terbiasa, melainkan karena keterbatasan pilihan.

“Kami tidak punya tempat lain. Mau mengungsi ke mana? Ini rumah, ini kampung kami,” kata warga lainnya.

Secara ilmiah, banjir rob di wilayah pesisir Bangka Barat dipicu oleh pasang air laut maksimum yang diperparah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi banjir rob di wilayah Bangka Belitung hingga 10 Januari 2026 akibat fase bulan purnama dan perigee.

Namun bagi warga Belo Laut, peringatan tersebut belum berbanding lurus dengan langkah mitigasi di lapangan. Penanganan yang dirasakan masih sebatas imbauan kewaspadaan, sementara solusi jangka panjang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional