Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaNasional

Bappeda Babel Siapkan Dendang Jadi Model Nasional Pemulihan Lahan Eks Tambang

×

Bappeda Babel Siapkan Dendang Jadi Model Nasional Pemulihan Lahan Eks Tambang

Sebarkan artikel ini
Bappeda Babel Siapkan Dendang Jadi Model Nasional Pemulihan Lahan Eks Tambang

Bappeda Babel Siapkan Dendang Jadi Model Nasional Pemulihan Lahan Eks Tambang

SEKILASINDONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai mengakselerasi pengembangan Desa Dendang, Kabupaten Belitung Timur, sebagai Post-mining Learning Center atau pusat pembelajaran pasca tambang berskala nasional, Senin (13/04/2026).

Inisiatif ini tidak sekadar menata ulang lahan rusak, tetapi diarahkan menjadi model pemulihan ekologis dan sosial berbasis ilmu pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut masuk dalam prioritas pembangunan daerah yang menempatkan reklamasi tambang sebagai agenda strategis.

Bappeda berperan sebagai orkestrator, mengoordinasikan pemerintah pusat hingga mitra internasional agar implementasi berjalan terarah dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Federal Institute for Geosciences and Natural Resources (BGR) Jerman dalam kerangka kerja sama Mine Reclamation and Environmental Protection.

Fokusnya adalah membangun pendekatan pemulihan lahan yang berbasis data ilmiah, praktik lokal, dan partisipasi masyarakat.

Sebagai wilayah dengan sejarah panjang pertambangan timah, Bangka Belitung kini menghadapi warisan ekologis yang tidak ringan. Ribuan hektare lahan terdegradasi menyisakan kolong lubang bekas tambang yang terisi air, yang menjadi persoalan lingkungan sekaligus sosial.

Di banyak tempat, kolong mengubah bentang alam, merusak sistem hidrologi, menurunkan kualitas tanah, hingga memaksa masyarakat mengubah mata pencaharian.

Namun di Desa Dendang, pendekatan berbeda mulai tumbuh.

Alih-alih dibiarkan terbengkalai, kolong dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat melalui inovasi sawah apung yang dikembangkan Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) Aik Kik Apau.

Sistem ini memungkinkan budidaya padi di atas permukaan air, sementara bagian bawahnya tetap digunakan untuk perikanan.

Model ini dinilai sebagai contoh konkret pemanfaatan lahan pasca tambang yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.

Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Joko Triadhi, M.Si, menegaskan bahwa pengembangan Post-mining Learning Center tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada sistem pembelajaran yang terintegrasi.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional