Kiki Lim juga mengaku telah menyiapkan peta jalan organisasi yang terstruktur, baik untuk program jangka pendek maupun jangka panjang.
“Saya sudah menyiapkan agenda kerja yang jelas demi kemajuan pemuda kita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC), Rinto Iskandar, memastikan bahwa Kiki Lim resmi masuk dalam bursa calon setelah melalui pengecekan awal.
“Hingga siang ini, kami menerima pendaftaran dari saudara Lucky Desta Randa. Berkasnya sudah lengkap secara administrasi dan akan masuk tahap verifikasi,” jelas Rinto.
Masuknya Kiki Lim otomatis mematahkan prediksi calon tunggal, sekaligus membuka ruang kompetisi yang lebih dinamis.
Rinto juga memaparkan komposisi suara dalam Musda tersebut. Total terdapat 25 suara yang akan diperebutkan, terdiri dari 15 suara OKP, 8 suara Pengurus Kecamatan (PK), 1 suara DPD KNPI Provinsi, dan 1 suara dari Majelis Pemuda Indonesia (MPI).
“Total ada 25 suara yang akan diperebutkan. Inilah yang akan menentukan siapa ketua terpilih,” jelas Rinto.
Baskara saat ini diuntungkan dari sisi konsolidasi awal dan narasi besar yang telah dibangun sejak awal pencalonan. Ia memiliki waktu lebih panjang untuk menjalin komunikasi politik dengan OKP dan PK.
Namun, Kiki Lim datang dengan momentum kejutan yang kerap menjadi faktor pembalik dalam kontestasi. Efek “last minute entry” berpotensi menarik simpati sekaligus memecah peta dukungan yang sebelumnya mengarah ke satu kandidat.
Pertarungan ini diprediksi akan sangat ditentukan oleh soliditas dukungan OKP sebagai pemilik suara terbanyak, serta kemampuan kedua kandidat dalam membangun komunikasi lintas organisasi hingga tingkat kecamatan.
Panitia pun berharap, kontestasi ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan kursi, tetapi juga mencerminkan kedewasaan politik pemuda di Bangka Selatan.
“Kami berharap Musda berjalan kondusif dan menjunjung tinggi sportivitas,” pungkas Rinto.
Kini publik menanti, apakah Baskara mampu mempertahankan dominasinya sejak awal, atau justru Kiki Lim yang menciptakan kejutan di tikungan terakhir?
Yang pasti, duel ini bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan tentang arah baru kepemudaan Bangka Selatan ke depan. (*)





















