Sekilasindonews.com BOGOR – Kehadiran papan digital interaktif telah membawa perubahan signifikan terhadap antusiasme belajar siswa. Para murid tidak hanya menjadi lebih ceria dalam mengikuti pembelajaran, tetapi juga semakin jarang bolos sekolah.
Salah satunya dirasakan di SDN 02/03 Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Guru kelas 6, Acep Zainal Mutakin, merasakan perubahan sikap siswa sejak penggunaan papan digital interaktif.
Menurutnya, rasa penasaran siswa terhadap papan tersebut mendorong mereka untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih serius. Para siswa yang sebelumnya cenderung pasif saat menyalin pelajaran dari buku ke papan tulis kini menjadi lebih aktif dalam melihat, memahami, dan menulis menggunakan papan interaktif.
Bahkan, tingkat kehadiran murid mencapai 100 persen sejak penggunaan sarana digital tersebut.
“Sangat ada yang berubah dari sikap anak-anak, kegembiraan, keceriaan ketika pembelajaran. Dan semenjak kehadiran papan interaktif hadir, absensi anak-anak semuanya alhamdulillah setiap hari itu full. Tidak ada yang absen sama sekali,” ujar Acep seperti dikutip dari program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah, Jumat (17/4).
Ia mengatakan bahwa kehadiran papan ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana para siswa sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari. Hal tersebut dinilainya sangat membantu siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran.
“Saya ingin anak-anak bisa lebih termotivasi kembali untuk mengejar cita-citanya melalui pembelajaran ini,” imbuh Acep.
Selain siswa, para pengajar juga merasakan manfaat signifikan dari penggunaan papan digital interaktif. Acep menuturkan bahwa dirinya kini tidak perlu lagi membawa banyak buku fisik ke sekolah setiap hari, karena seluruh materi telah tersedia dalam bentuk digital di dalam sistem.
Bahkan, ia dapat mengakses seluruh modul pembelajaran tersebut tanpa koneksi internet. Kendati demikian, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti selama penggunaan papan tersebut.
“Yang dulu kita membawa buku sekian banyak setiap hari ke sekolah, saat ini kita cukup membuka file yang ada di papan interaktif tersebut. Rekan-rekan guru yang lain pun kini termotivasi untuk belajar menggunakan digitalisasi,” imbuh Acep.




















