Ia menambahkan, sekolahnya mendapatkan papan tersebut setahun lalu, bertepatan dengan program revitalisasi sekolah dari pemerintah.
Pada awalnya, ia mengaku terkejut sekaligus senang saat menerima perangkat tersebut. Sementara itu, para murid menunjukkan antusiasme tinggi ketika melihat layar besar terpajang di ruang kelas mereka.
Menurutnya, kehadiran papan ini menjadi bukti bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke daerah. Kendati demikian, Acep berharap ke depan setiap kelas dapat memiliki fasilitas serupa agar proses transformasi digital berjalan lebih optimal.
“Saya merasa senang sekali ketika mendapatkan bantuan papan interaktif seperti itu. Ternyata pemerintah pun memperhatikan sekolah seluruh Indonesia, jadi tidak hanya di perkotaan saja. Kami pun yang cukup jauh dari ibu kota bisa merasakan manfaat program pemerintah,” ujar Acep.
Karena merasa terbantu dengan fasilitas tersebut, para pengajar dan murid berkomitmen untuk merawat papan interaktif dengan baik. Sebagai contohnya, para pengajar selalu mencabut instalasi listrik usai kegiatan belajar mengajar dan membatasi akses siswa ke perangkat di luar kegiatan pembelajaran.
“Dan tentunya saya pun memberikan pesan kepada siswa-siswa untuk selalu menjaga dan berhati-hati untuk selalu merawat papan interaktif ini yang diberikan negara kepada kita,” jelas dia.
Program digitalisasi pembelajaran di SDN 02/03 Leuwibatu ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memeratakan akses teknologi pendidikan hingga ke tingkat desa, guna menyiapkan generasi penerus yang siap menghadapi era modernisasi.
Kisah inspiratif ini dapat disaksikan dalam program Sinergi Indonesia melalui kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Herman Yakub.




















