“Timah banyak bocor karena banyak anak buah bos bakik yang beli. Mereka beli harga tinggi,” kata sumber, Kamis (26/12/2024).
Sumber mengatakan, banyak kaki tangan bos Bakik di Toboali yang membeli timah dari laut Sukadamai dan sekitarnya, termasuk Bagger.
“Banyak kaki tangan bos bakik, ada sd, cn, ny, ls, jn dan Nc. Ade juga pembeli di padang, tampung timah baher,” ucapnya.
Ia juga menyebut, anak buah bos bakik sering monitoring penambang di kawasan Sukadamai saat malam hari.
“Malam kemarin anak buah bos bakik ini jemput 3 truk. Malam Selasa jemput 1 truk dan malam Rabu jemput 2 truk dan kaki tangannya sering keliaran juga, malam mereka keliling. Semua pembelian timah itu pakai dana bos bakik,” terangnya.
Sementara, Kepala Divisi Wilayah Basel dan Bateng PT Timah, Sigit Prabowo menegaskan perusahaan mitra PT Timah untuk tidak bekerja ilegal mining atau menjual pasir timah ke pihak lain.
“Jangan ada ilegal mining, hasil menambang (timah) dijual ke pihak lain yang menyalahi aturan hukum akan kami tindak tegas,” tandasnya.
Ia menyebut, penegasan ini disampaikan langsung kepada seluruh perusahaan mitra PT Timah yakni, CV BRR, CV Aga, CV Teladan Jaya Abadi, CV Tujuh Bersaudara, CV Berkah Stania Jaya dan CV Victoria Bintang Selatan.
“Penegasan ini berlaku untuk semua perusahaan mitra, jika ada yang bermain ilegal mining maka akan kami proses dan izin SPK kami cabut. Kami tidak peduli perusahaan milik siapa, karena kami (PT Timah) berdiri di tengah-tengah tidak memihak kepada perusahaan manapun,” tukasnya.
















