Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Cegah Child Grooming pada Anak, DP3APKB Bangka Barat Dorong Edukasi di Sekolah

×

Cegah Child Grooming pada Anak, DP3APKB Bangka Barat Dorong Edukasi di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Cegah Child Grooming pada Anak, DP3APKB Bangka Barat Dorong Edukasi di Sekolah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB) Bangka Barat, Sarbudiono. (Foto: Ist)

Cegah Child Grooming pada Anak, DP3APKB Bangka Barat Dorong Edukasi di Sekolah

SEKILASINDONEWS.COM – Ancaman kekerasan seksual terhadap anak tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan fisik. Di banyak kasus, kejahatan itu justru berawal dari pendekatan halus yang membangun kepercayaan korban secara perlahan.

Menyadari bahaya tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB) Bangka Barat mendorong edukasi pencegahan child grooming masuk ke lingkungan sekolah.

Kepala DP3APKB Bangka Barat, Sarbudiono, menilai sekolah merupakan ruang strategis untuk membekali anak dengan pemahaman perlindungan diri sejak dini, sebelum mereka berhadapan langsung dengan risiko kejahatan seksual.

“Child grooming adalah kejahatan yang bekerja secara senyap. Pelaku membangun kedekatan, menumbuhkan rasa aman, lalu perlahan melanggar batas. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari edukasi,” ujar Sarbudiono, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak baru terungkap ketika dampaknya sudah berat. Hal ini terjadi karena proses grooming sering kali tidak disadari, baik oleh korban maupun lingkungan sekitar.

“Anak sering tidak sadar bahwa dirinya sedang dimanipulasi. Bahkan orang tua dan guru kerap menganggap pelaku sebagai sosok yang baik dan peduli,” katanya.

Sarbudiono menjelaskan, edukasi child grooming di sekolah bukan untuk menakut-nakuti anak, melainkan memberikan pemahaman yang sesuai usia tentang batas aman tubuh, relasi yang sehat, serta keberanian untuk berkata tidak ketika merasa tidak nyaman.

“Anak perlu tahu bahwa tubuhnya adalah miliknya. Mereka juga harus tahu kepada siapa bisa bercerita dan melapor jika merasa ada yang tidak beres,” tegasnya.

Ia menambahkan, materi edukasi ini sejalan dengan pedoman perlindungan anak yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA RI), yang menekankan pentingnya literasi perlindungan diri sejak usia sekolah.

Selain anak, DP3APKB Bangka Barat juga mendorong peningkatan pemahaman bagi guru dan orang tua. Sarbudiono menyebut, perubahan perilaku anak sering menjadi tanda awal yang luput terbaca.

“Anak yang tiba-tiba pendiam, mudah cemas, atau menarik diri perlu mendapat perhatian. Itu bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak aman,” ujarnya.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel