Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Selatan, dr Helen Sukendi mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pasien DBD di RSUD Basel mengalami peningkatan.
RSUD mencatat sejak Januari hingga Mei 2024, jumlah pasien yang dirawat kurang lebih sebanyak dua ratusan orang. Tiga diantaranya meninggal dunia.
“Saat ini kita pihak Rumah Sakit mencatat jumlah pasien DBD yang di rawat mengalami peningkatan, dan rata-rata mayoritas dari pasien DBD tersebut merupakan anak-anak. Bahkan baru-baru ini pasien ada yang meninggal dunia,” ujar dr Helen, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, pada Rabu (15/5/2024) siang.
“Sementara jumlah pasien yang dirawat selama kurun waktu 4 bulan lebih tercatat kurang lebih sekitar dua ratusan orang, tiga diantaranya meninggal dunia,” lanjutnya.
Untuk itu, Ia menghimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat Toboali untuk bisa melakukan pencegahan wabah DBD secara mandiri, dengan melakukan gerakan 3M (Menguras, Mengubur, dan Menutup) serta pemasangan kelambu secara efektif dapat membantu pencegahan demam berdarah.
Idealnya, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M harus menjadi fokus utama. Selain itu, pemasangan kelambu juga efektif untuk mencegah gigitan nyamuk.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar bisa menjadi jumantik atau juru pemantau jentik di rumah kita masing-masing. Karena untuk menguras, mengubur itu lah cara yang paling ampuh untuk membunuh jentik nyamuk ketimbang fogging, dari jentik nyamuk itulah cikal-bakal menjadi nyamuk dewasa, karena munculnya DBD ini hasil dari gigitan nyamuk dewasa,” pungkasnya.












