Selain memperkuat ketahanan gizi, Yus Derahman menegaskan program MBG juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Bahan pangan diupayakan berasal dari desa dan wilayah sekitar, sehingga memberikan dampak langsung bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM.
“Program MBG di wilayah Bangka Barat, khususnya di Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang ini harus berdampak ganda: anak-anak sehat, ekonomi desa juga bergerak,” ujarnya.
Meski secara nasional program MBG masih menghadapi tantangan dalam distribusi dan pengawasan. Namun, ia mengingatkan agar seluruh pihak segera melakukan evaluasi dan perbaikan, serta keterbukaan terhadap masukan masyarakat.
“Jika nanti ditemukan ada kendala dilapangan segera lakukan Evaluasi dan diperbaiki. Lakukan secara terbuka. Ini program milik bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Tempilang Rusian menilai keberadaan dapur MBG membuka peluang ekonomi baru di desa. Pasokan bahan baku dapat melibatkan warga dan BUMDes, sehingga roda ekonomi lokal ikut berputar.
“Selain meningkatkan gizi anak-anak, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal. Bahan pangan bisa disuplai dari BUMDes dan kelompok masyarakat,” ujarnya
Ia menambahkan, mayoritas tenaga dapur MBG berasal dari warga sekitar, khususnya ibu-ibu desa, sehingga program MBG turut membuka lapangan kerja berbasis komunitas dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Selain mendukung program nasional, program MBG ini juga bisa membuka lapangan kerja berbasis komunitas sekaligus pemberdayaan ekonomi desa,” kata Rusian.
Dampak program MBG juga mulai dirasakan di sekolah. Para guru menyebut, anak-anak terlihat lebih bersemangat dan fokus mengikuti pelajaran setelah rutin mendapatkan asupan makanan bergizi.
“Anak-anak lebih fokus dan tidak cepat lelah. Ini sangat membantu proses belajar,” ujar seorang guru SDN 8 Tempilang.
Sementara dari ruang PAUD, suara polos anak-anak menjadi gambaran paling jujur tentang manfaat program ini.
“Saya suka, ayamnya enak,” ujar seorang anak PAUD sambil tersenyum.
Dengan beroperasinya Dapur MBG di Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, Pemkab Bangka Barat berharap program makan bergizi gratis di wilayah tersebut dapat berjalan berkelanjutan, tepat sasaran, serta menjadi fondasi kuat dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (*)













