SEKILASINDONEWS.COM – Di tengah duka kebakaran yang menyelimuti warga Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, senyum anak-anak menjadi hal yang ingin kembali dihadirkan setelah kebakaran hebat menghanguskan 382 unit rumah dan berdampak terhadap 470 kepala keluarga (KK) atau 1.528 jiwa. Di tengah situasi sulit itu, Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, hadir mendampingi anak-anak dan ibu-ibu melalui kegiatan trauma healing, Rabu (14/10/2026).
Bukan sekadar datang memberikan dukungan, perempuan yang akrab disapa Bunda Debby itu berupaya menghadirkan suasana yang lebih hangat bagi anak-anak yang terdampak musibah. Mereka diajak bermain, bernyanyi, dan mengikuti senam bersama untuk membantu memulihkan keceriaan sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk kembali merasakan kebersamaan.
Di tengah situasi pascakebakaran yang mengubah kehidupan banyak keluarga, perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Sebab, selain kehilangan tempat tinggal dan menghadapi ketidakpastian, anak-anak juga membutuhkan rasa aman, pendampingan, serta dukungan agar dapat kembali menjalani keseharian mereka.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda Debby berinteraksi langsung dengan anak-anak dan para ibu. Berbagai aktivitas yang menyenangkan menjadi sarana untuk membangun kedekatan, mengurangi ketegangan, serta membantu anak-anak menghadapi pengalaman sulit setelah musibah kebakaran.
Bagi Bunda Debby, penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada dampak fisik. Pemulihan mental dan emosional warga, terutama anak-anak, juga perlu mendapat perhatian agar mereka memiliki kekuatan untuk melewati masa sulit dan kembali menata kehidupan.
“Ini merupakan bentuk perhatian kami dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terhadap kondisi psikologis masyarakat pascakebakaran. Selain penanganan dampak fisik, pemulihan mental dan emosional juga menjadi bagian penting dalam mendampingi masyarakat yang tengah berupaya bangkit dan menata kembali kehidupan setelah musibah,” kata Bunda Debby.
Ia menegaskan, anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi pascabencana. Mereka tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga kasih sayang, pendampingan, dan lingkungan yang dapat membuat mereka kembali merasa aman.
Karena itu, melalui kegiatan trauma healing, anak-anak diajak untuk kembali bermain, bernyanyi, dan menikmati kebersamaan bersama teman-teman mereka. Aktivitas tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membantu memulihkan kondisi emosional mereka setelah menghadapi peristiwa yang berat.
Di hadapan anak-anak, Bunda Debby juga menyampaikan pesan agar mereka tidak kehilangan semangat, meskipun harus menghadapi keadaan yang tidak mudah. Ia ingin anak-anak tetap memiliki harapan, melanjutkan pendidikan, dan berani bermimpi tentang masa depan.














