SEKILASINDONEWS .COM— Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya meminta pemerintah daerah menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Pengawasan harga komoditas dan biaya produksi dinilai penting untuk melindungi pendapatan petani serta menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Didit kepada wartawan, Senin (14/9).
Ia menilai perkebunan sawit menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi masyarakat Babel, bersama pertambangan dan sektor lainnya.
“Saya meminta sekali lagi kepada pemerintah daerah Bangka Belitung tolong jaga stabilitas harga sawit,” kata Didit.
Menurutnya, penurunan harga sawit dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diminta aktif memantau perkembangan harga komoditas tersebut.
“Suka tidak suka, saat ini sektor penggerak ekonomi rakyat ialah perkebunan sawit, pertambangan, dan dibantu sektor-sektor lainnya,” ujarnya.
Didit menyebut harga sawit saat ini mulai membaik. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar turut memperhatikan biaya produksi petani, khususnya harga pupuk yang berpotensi mengurangi keuntungan.
“Alhamdulillah sawit sudah mulai baik, tapi tolong harga pupuk juga jangan meroket. Kasihan juga masyarakat,” katanya.
















