SEKILASINDONEWS.COM – Dalam waktu dekat, kawasan Himpang Lime Toboali bakal berubah menjadi panggung besar budaya Bangka Selatan. Selama lima hari, kawasan tersebut akan dipenuhi beragam pertunjukan seni, tradisi, kuliner, permainan rakyat hingga Bazaar UMKM dalam gelaran Festival Junjung Besaoh 2026.
Festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-318 Kota Toboali itu dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 25 Oktober 2026.
Bukan sekadar menghadirkan hiburan, Festival Junjung Besaoh 2026 bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya dan tradisi lokal yang perlahan tergerus perkembangan zaman.
Mengusung tagline “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya”, festival ini juga dirancang menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, generasi muda, pelaku seni, pelaku UMKM dan kekayaan budaya Bangka Selatan.
Beragam agenda telah disiapkan untuk memeriahkan lima hari pelaksanaan. Mulai dari Festival Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Bangka Selatan, pagelaran budaya, permainan tradisional hingga berbagai perlombaan yang menggunakan Bahasa Habang atau bahasa daerah Toboali.
Salah satu yang diprediksi mencuri perhatian adalah rangkaian lomba Bahasa Habang. Panitia menyiapkan empat kategori perlombaan, yakni Lomba Dongeng Bahasa Habang, Lomba Puisi Bahasa Habang, Lomba Pidato Bahasa Habang serta Lomba Pantun Bahasa Habang.
Penggunaan Bahasa Habang dalam sejumlah perlombaan tersebut bukan tanpa alasan. Bahasa daerah menjadi salah satu identitas yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.














