Suasana Festival Junjung Besaoh 2026 juga akan semakin semarak dengan hadirnya Lomba Fashion Show Tempoe Doeloe dan Pakaian Adat Melayu.
Ajang tersebut tak hanya menawarkan hiburan. Masyarakat, khususnya generasi muda, diajak mengenal kembali ragam busana tradisional sekaligus mengekspresikan kreativitas melalui fashion yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya daerah.
Tak hanya berbicara soal seni dan tradisi, festival tersebut juga membawa denyut ekonomi masyarakat melalui Bazaar UMKM.
Ruang tersebut disiapkan bagi pelaku UMKM Bangka Selatan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan kepada masyarakat dan pengunjung selama festival berlangsung.
Festival tersebut juga tidak hanya menjadi panggung bagi kebudayaan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya kreativitas masyarakat dengan peluang ekonomi.
Melalui gelaran lima hari yang digelar di kawasan Himpang Lime Toboali tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap Festival Junjung Besaoh 2026 mampu menjadi magnet bagi masyarakat dan pengunjung sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Perpaduan budaya, hiburan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan menjadikan Festival Junjung Besaoh 2026 bukan sekadar agenda perayaan, melainkan ruang bersama untuk mengenang sejarah, merawat tradisi dan menjaga budaya Bangka Selatan agar tetap hidup dari generasi ke generasi. (*)














