“Bagi PLN, PROPER adalah bagian dari transformasi. Komitmen kami menghadirkan listrik andal yang juga memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, PLN mempercepat transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengelolaan limbah bernilai ekonomi. Hingga 2025, kapasitas EBT mencapai 9,4 gigawatt (GW), sementara produksi pembangkit berbasis gas mencapai 33,7 terawatt hour (TWh).
PLN juga mencatat peningkatan reduksi emisi karbon dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025. Selain itu, perseroan mengembangkan Green Hydrogen Plant (GHP) di 22 lokasi dengan kapasitas total 203 ton per tahun.
“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. Tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik, tetapi memastikan energi yang dihasilkan semakin bersih dan ramah lingkungan,” tutur Darmawan.
Ke depan, PLN menargetkan penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta percepatan Net Zero Emissions 2060 guna mendukung pembangunan berkelanjutan.
Redaksi.
















