“Alhamdulillah, Pak Dir Ops hari ini akan menyelesaikan masalah itu dengan para pemilik timah tersebut. Mereka meminta datanya dan PT Timah berjanji akan mencari solusi penyelesaiannya,” ujarnya.
Selain membahas status timah, DPRD juga menerima laporan dugaan intimidasi terhadap penambang. Dugaan itu disebut terjadi tidak hanya di lokasi tambang, tetapi juga hingga ke rumah warga.
Menanggapi hal tersebut, Didit menegaskan PT Timah siap menindaklanjuti setiap laporan yang disertai bukti.
“Pak Dir Ops membuka diri. Siapa pun oknumnya silakan dilaporkan dan akan ditindaklanjuti. Tetapi laporan harus berdasarkan fakta dan bukti yang jelas,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, PT Timah akan membuka layanan hotline pengaduan agar masyarakat dapat melaporkan dugaan intimidasi secara langsung. DPRD Babel memastikan akan mengawal hasil RDP hingga persoalan timah warga memperoleh kepastian hukum dan penambang mendapat perlindungan.
Redaksi.
















