Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaNasional

Tambang Timah Metode Lubang Tikus Milik IN di Dusun Air Banten Telek Diduga Beroperasi Tanpa Izin

×

Tambang Timah Metode Lubang Tikus Milik IN di Dusun Air Banten Telek Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Sebarkan artikel ini
Tambang Timah Metode Lubang Tikus Milik IN di Dusun Air Banten Telek Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Tambang Timah Metode Lubang Tikus Milik IN di Dusun Air Banten Telek Diduga Beroperasi Tanpa Izin

SEKILASINDONEWS.COM – Aktivitas pertambangan timah tanpa izin (PETI) dengan metode lubang tikus diduga masih bebas beroperasi di Dusun Air Banten (Telek), Simpang Pengarem, Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.

Tambang bawah tanah yang disebut-sebut dikelola oleh seorang warga berinisial IN tersebut diduga berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. Aktivitas yang diduga melanggar hukum itu bahkan disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa tersentuh penindakan.

Informasi tersebut diperoleh media ini dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, aktivitas tambang ilegal itu memang dikelola oleh IN, warga Dusun Air Banten Tilek, dan hingga kini masih terus beroperasi.

“Tambang ini sudah berjalan cukup lama. Dari awal penggalian terowongan sampai sekarang sudah menghasilkan banyak batu terak pasir timah yang kemudian dijual secara rutin. Pekerjanya sekitar enam orang dan semuanya warga sekitar,” ungkap narasumber kepada media ini, Selasa (4/8/2026).

Narasumber menjelaskan, sistem penambangan dilakukan secara manual dengan menggali terowongan sempit ke dalam tanah hingga mencapai kedalaman sekitar 29 meter. Untuk menunjang aktivitas di bawah tanah, para pekerja hanya mengandalkan blower sebagai sirkulasi udara.

“Produksinya cukup besar. Dalam seminggu bisa menghasilkan sekitar 500 kilogram. Bahkan pernah mencapai 700 kilogram hanya dalam tiga hari kerja. Material yang diangkat dari dalam lubang kemudian dibawa ke lokasi penggilingan yang tidak jauh dari rumah bosnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi tambang tersebut berada sekitar 70 meter di belakang rumah yang diduga milik IN. Setelah material diangkat dari dalam lubang, proses selanjutnya dilakukan di lokasi penggilingan sebelum hasilnya dijual.

“Memang dekat dari rumahnya. Setelah keluar dari lubang, batu terak pasir timah langsung dibawa ke tempat penggilingan miliknya untuk diproses,” katanya.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel