Senada dengan itu, Ketua Kelompok Batu Tuan II Desa Sawang Laut, Ambran, menuturkan bahwa bantuan jaring udang sangat dibutuhkan oleh anggotanya yang sebagian besar jaringnya telah rusak.
“Mata pencaharian utama kami adalah mencari udang. Bantuan ini sangat berarti, meskipun tidak mencukupi seluruhnya, setidaknya ini sangat membantu karena harga jaring udang cukup mahal jika harus membeli sendiri,” kata Ambran,
Ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan hasil tangkapan dan perekonomian kelompoknya. Mereka juga terlibat dalam program pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove.
Dukungan PT Timah tidak hanya terbatas pada alat tangkap. Perusahaan juga berkontribusi dalam peningkatan sarana dan prasarana nelayan, seperti pembangunan jembatan di Pesisir Tanjung Kubu (Bangka Selatan), pengerukan tambat labuh perahu di Matras (Bangka), bantuan sarana prasarana pantai di Penganak (Bangka Barat), dan pengerukan endapan lumpur di Pantai Bom Sampur (Bangka Tengah).
Lebih jauh lagi, PT Timah memberikan perlindungan sosial bagi nelayan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Tercatat, sejak 2022 hingga 2023, sebanyak 959 nelayan telah difasilitasi untuk mendapatkan jaminan perlindungan sosial ini.
Suherman, seorang nelayan di Belitung Timur yang menerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT Timah atas kepedulian terhadap nelayan di Desa Gantung dan sekitarnya.
“Bantuan BPJS Ketenagakerjaan ini memberikan ketenangan bagi kami dan keluarga, mengingat risiko pekerjaan sebagai nelayan cukup tinggi karena faktor cuaca di laut yang sulit diprediksi,” ungkapnya.
Menurutnya, pekerjaan sebagai nelayan miliki risiko yang cukup tinggi, sebab 80 persen nelayan bekerja di laut yang cuacanya tidak bisa diprediksi.
“Bekerja sebagai nelayan itu memiliki risiko yang luar biasa, karena fakor kecelakaan kalau dihitung persen sekitar 80 persen, karena kami berhadapan dengan gelombang, angin kencang dan cuaca di laut yang tidak menentu dan tidak bisa diprediksi,” jelasnya.
Sebagai anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Timah juga melibatkan nelayan dalam program pengelolaan lingkungan seperti penenggelaman artificial reef dan coral garden.
Selain itu, bantuan sosial seperti santunan bagi nelayan yang mengalami musibah dan paket sembako juga rutin diberikan.
Melalui berbagai program ini, PT Timah menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus mendukung kemandirian dan kesejahteraan nelayan di wilayah operasionalnya. (*)
















