Keduanya juga mendukung pengembangan kerangka kerja sama Transnational Referral Mechanism (TRM) untuk memperkuat pemberantasan kejahatan transnasional sekaligus mempercepat perlindungan, identifikasi, dan pemulangan korban secara aman dan bermartabat.
“Kami mendorong untuk terus optimalkan mekanisme yang ada bagi penguatan kerja sama isu-isu keamanan dan pertahanan, termasuk melalui Indonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue,” jelas dia.
Di kesempatan yang sama, Anutin menyampaikan bahwa fasilitasi pemulangan sekitar 1.000 WNI tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu, ketika otoritas Thailand berhasil menyelamatkan mereka dari pusat online scam yang berada di wilayah perbatasan negara tersebut.
Mengingat kejahatan transnasional merupakan persoalan yang sangat serius, ia pun mengajak Indonesia untuk mempererat kolaborasi dengan Thailand dalam menangani online scam, perdagangan orang, serta perdagangan narkotika.
“Kemudian, Thailand dan indonesia juga harus mendorong kerja sama yang kokoh di dalam ASEAN untuk memberantas online scam. Thailand selalu siap untuk meningkatkan kerja sama untuk memberantas kejahatan ini,” jelasnya.
Sebagai informasi, pemulangan WNI korban online scam merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Indonesia dan otoritas Thailand dalam menangani jaringan kejahatan lintas negara yang beroperasi di kawasan perbatasan Asia Tenggara.
Herman Yakub.
















