SEKILASINDONEWS.COM – Anggota Komisi II DPRD Bangka Selatan dari Fraksi PKB, Abu Hairi, mempertanyakan kebijakan Pemerintah Daerah terkait tarif berbayar pada wahana permainan di kawasan Simpang Lima, Toboali.
Pasalnya, pembangunan wahana tersebut dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bukan melalui skema investasi swasta.
Abu Hairi menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah menyampaikan komitmen bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta dinas terkait, bahwa wahana permainan seperti bianglala dan rainbow slide yang dibangun di kawasan Simpang Lima seharusnya memiliki nilai edukatif dan dapat dinikmati secara gratis oleh anak-anak sekolah.
“Dulu sudah dibahas bahwa wahana seperti bianglala dan permainan lainnya harus bisa diakses secara gratis oleh anak-anak sekolah, dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Tujuannya sebagai sarana edukasi yang menyenangkan, bukan semata hiburan berbayar,” ujar Abu Hairi kepada awak media, Rabu (9/7/2025).
Abu menyayangkan tarif wahana yang dinilai mahal bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia mencontohkan tarif bianglala sebesar Rp25.000 dan rainbow slide Rp15.000 per sekali naik.
Padahal, kata dia, seluruh pembangunan di kawasan Simpang Lima dibiayai sepenuhnya oleh APBD tanpa melibatkan pihak swasta.
“Kalau semua itu dibangun pakai uang rakyat, ya semestinya rakyat juga bisa menikmati tanpa harus bayar mahal. Bahkan ada daerah lain yang wahananya dibuka gratis karena dibangun dengan APBD juga,” tegasnya.














