SEKILASINDONEWS.COM – Aktivitas penambangan timah ilegal di perairan Sukadamai, Bangka Selatan, kembali memantik tanda tanya besar. Di tengah gencarnya imbauan dan penertiban, ratusan tambang inkonvensional (TI) selam justru kembali bermunculan secara terang-terangan di kawasan IUP PT Timah Tbk.
Fenomena ini tak sekadar pelanggaran biasa. Maraknya aktivitas ilegal yang seolah tak tersentuh ini memunculkan dugaan kuat adanya “beking” yang membuat para penambang nekat beroperasi tanpa rasa takut.
Pantauan di lapangan, ratusan TI selam terlihat menyisir kawasan laut Sukadamai, bahkan hingga mendekati area operasi Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal di tengah aktivitas pertambangan.
Kepala Bidang KIP PT Timah Tbk, Apit Renaldi, menegaskan pihaknya bersama tim gabungan dari kepolisian dan TNI sebenarnya sudah berulang kali melakukan imbauan hingga penertiban.
“Kita sudah sering meminta dan mengimbau mereka untuk tidak melakukan aktivitas penambangan secara ilegal di IUP PT Timah, apalagi menambang dekat KIP karena sangat berbahaya,” kata Apit, Selasa (31/3/2026).
Namun imbauan tersebut tampaknya tak diindahkan. Aktivitas TI selam justru terus berlangsung, bahkan kian masif.
Ganggu Operasi dan Ancam Nyawa
Keberadaan TI selam ilegal ini tak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengganggu aktivitas produksi resmi. Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah harus ekstra waspada saat bermanuver di laut.
Risiko tabrakan antara KIP dan TI selam pun menjadi ancaman nyata yang bisa berujung kecelakaan fatal.
Apit pun mengingatkan para penambang untuk beralih ke jalur resmi agar lebih aman dan tidak melanggar hukum.
“Daripada mengancam nyawa mereka, lebih baik bekerja sesuai regulasi. Gabung buat Ponton Isap Produksi (PIP), ajukan SPK ke PT Timah, bekerja aman dan tenang,” ujarnya.














