Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka

Gerakan Jage Kelekak Kite Digulirkan di Desa Zed, Aren dan Kelulut Jadi Andalan Hadapi Krisis Ekologi

×

Gerakan Jage Kelekak Kite Digulirkan di Desa Zed, Aren dan Kelulut Jadi Andalan Hadapi Krisis Ekologi

Sebarkan artikel ini
Gerakan Jage Kelekak Kite Digulirkan di Desa Zed, Aren dan Kelulut Jadi Andalan Hadapi Krisis Ekologi

SEKILASINDONEWS.COM – Gerakan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal bertajuk Jage Kelekak Kite digulirkan di Desa Zed, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai upaya menjaga keberlanjutan kelekak atau hutan kebun tradisional melalui penguatan tanaman aren dan budidaya lebah kelulut.

Program tersebut diinisiasi oleh Yayasan Cakrawala Insan Sentosa (CIS) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Zed dalam rangkaian kegiatan FOLU Goes To School 2025, yang akan dilaksanakan pada 29 November 2025 sebagai bagian dari dukungan terhadap target nasional FOLU Net Sink 2030.

Pembina Yayasan CIS, Muhammad Irsan, mengatakan gerakan ini bertujuan mengembalikan fungsi ekologis kelekak yang mulai terdegradasi akibat alih fungsi lahan dan menurunnya regenerasi tanaman aren.

“Menanami kembali tanaman zaman dulu yang akrab dengan kita itu penting. Lama-lama generasi tergerus, tanaman itu hilang dari pandangan. Ini harus kita hidupkan lagi,” kata Irsan.

Ia menjelaskan, pohon aren tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki fungsi ekologis penting, terutama sebagai sumber pakan lebah kelulut atau trigona yang menghasilkan madu bernilai tinggi. Menurutnya, keterhubungan antara aren dan kelulut menciptakan ekosistem kecil yang saling menopang.

“Bunga aren itu aromanya kuat dan sangat menarik lebah kelulut. Saya juga membudidayakan madu kelulut untuk obat. Ini contoh bagaimana ekologi dan ekonomi bisa berjalan bersamaan,” ujarnya.

Irsan menilai, kelekak sebagai warisan masyarakat Melayu Bangka dapat dikembangkan menjadi ruang produktif berbasis lingkungan bila dipadukan dengan budidaya madu kelulut dan tanaman aren. Menurutnya, model ini mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi desa tanpa merusak keseimbangan alam.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional