Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 1 unit kapal kayu berkapasitas 20 GT yang berisi sekitar 12 ton pasir timah, serta 2 unit truk dengan nomor polisi BN 8133 QY dan AE 8760 US yang mengangkut sekitar 5 ton dan 10 ton pasir timah.
Selain barang bukti, petugas juga mengamankan kapten kapal bernama Rusli (54) dan dua anak buah kapal (ABK), Rahmat (28) dan Salman Lubis (51).
Penangkapan ini sempat diwarnai ketegangan. Saat petugas melakukan penggerebekan, oknum anggota Kompi SS yang diduga membekingi aktivitas ilegal tersebut melepaskan tembakan ke udara sebanyak 7 kali. Namun, Satgas TNI AL berhasil mengatasi situasi tersebut dan mengamankan lokasi.
“Benar, saat penangkapan ada oknum anggota Kompi SS di lokasi. Mereka sempat meletuskan sebanyak 7 kali tembakan ke udara tapi tidak direspon hanya diberikan himbauan oleh anggota TNI AL agar mundur,” kata sumber.
Saat ini, tim dan barang bukti masih dalam pemeriksaan di Mako Lanal Babel. Sementara itu, Komandan Kompi SS dan pihak-pihak terkait lainnya masih dalam upaya konfirmasi dan verifikasi data serta dokumen.
Sebelumnya, Satgas Lanal Babel memang telah menerima informasi mengenai rencana penyelundupan timah dalam skala besar di pelabuhan tikus Tuing. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggerebekan yang berhasil mengungkap aktivitas ilegal tersebut. (DN)
















