“Saya apresiasi percepatan penerbitan KTA ABPEDNAS dalam dua hari, dari 41 anggota menjadi lebih dari 2.400 anggota. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam penataan organisasi,” kata Aditya.
Ia menyebut, capaian tersebut menempatkan Babel sebagai daerah tercepat secara nasional dalam penerbitan KTA ABPEDNAS.
Menurut Aditya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah serta sinergi yang terbangun antara ABPEDNAS dan pemerintah provinsi.
Selain itu, program “Jaga Desa Jaga Indonesia” juga didorong untuk memperkuat tata kelola desa, termasuk pengawasan melalui pendampingan kejaksaan, pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penyaluran Program Indonesia Pintar.
Melalui kegiatan ini, ABPEDNAS di Babel diharapkan semakin solid dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Redaksi.





















