“Badiklat wajib menjadi mercusuar perubahan, kita harus melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki visi besar, keberanian moral, ketajaman analisis, kemampuan prososial, serta penguasaan teknologi digital dalam setiap proses penegakan hukum,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan PKP sebagai investasi kepemimpinan, bukan sekadar syarat kenaikan jabatan.
“Pelatihan ini bukan formalitas administratif, tetapi proses pembinaan yang komprehensif untuk meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, etika, dan integritas,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Harli menginstruksikan seluruh jajaran Pusdiklat Mapim, widyaiswara, dan fasilitator menerapkan penjaminan mutu secara ketat di setiap tahapan pelatihan.
Langkah itu diharapkan mampu melahirkan pemimpin operasional Kejaksaan yang profesional, visioner, adaptif, dan siap menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.
Redaksi.
















