“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin memastikan lingkungan tetap terjaga, udara semakin bersih, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pembangunan desa tidak semata identik dengan betonisasi jalan atau pembangunan fisik lainnya.
Membangun kesadaran bersama untuk menjaga alam, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pulau Lepar yang dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan potensi pesisir dan perkebunan memang membutuhkan perhatian serius dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Penanaman pohon keras ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah, mencegah abrasi, sekaligus menciptakan suasana desa yang lebih teduh dan asri.
Partisipasi aktif warga Desa Penutuk menjadi bukti bahwa program TMMD bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan bersama yang menyatukan TNI dan masyarakat dalam semangat membangun dari pinggiran.
“Semoga dengan ditanamnya 300 pohon ini, Desa Penutuk semakin hijau dan tertata. Upaya ini juga menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan yang harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap alam, demi masa depan Pulau Lepar yang lebih sejuk dan lestari,” pungkas Dandim.
















