Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

HUT ke-18 PIRA, Novita Wijayanti Dorong Perempuan Tak Takut Deteksi Dini Kanker

×

HUT ke-18 PIRA, Novita Wijayanti Dorong Perempuan Tak Takut Deteksi Dini Kanker

Sebarkan artikel ini

Menurut Afina, pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, mengetahui kondisi kesehatan sejak awal dapat membuka peluang untuk memperoleh penanganan yang sesuai apabila ditemukan adanya masalah kesehatan.

“Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena itu, kami mengajak para perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan dirinya,” sebutnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pembina PP PIRA Rani D. Sutrisno. Ia berharap kegiatan positif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat terus dilakukan secara konsisten di bawah kepemimpinan Novita Wijayanti.

“Di bawah kepemimpinan Ibu Novita Wijayanti, saya berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan secara konsisten. Semoga PIRA semakin kuat, semakin kompak, dan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan manfaat serta kontribusi nyata,” kata Rani.

Novita berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

“Semoga semangat menjaga kesehatan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, melainkan ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar kita,” katanya.

Diakhir sambutannya, Novita kembali menyampaikan pesan kepada seluruh perempuan agar tidak menunda pemeriksaan dan mulai menjadikan kesehatan sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri dan keluarga.

“Jangan pernah ragu atau menunda untuk menyayangi diri sendiri. Menjaga kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terbesar kita kepada suami, anak-anak, dan keluarga,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis penyakit serviks, dan sekitar 21.000 di antaranya meninggal dunia. Itu artinya, hampir 3 dari 5 wanita yang terkena kanker serviks kehilangan nyawanya.

Sedangkan terkait kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker terbanyak dan salah satu penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita di Indonesia.

Statistik kasus di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat sekitar 65.000 hingga 68.000 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya di Indonesia.

Sebanyak 70 persen pasien dideteksi dan datang ke fasilitas kesehatan sudah berada pada stadium lanjut (stadium akhir).

Angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia tercatat mencapai lebih dari 22.000 jiwa per tahun.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel