SEKILASINDONEWS.aCOM — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menjadi Narasumber Dialog Interaktif (talkshow) “Money Talk: Finansial Sehat, Keluarga Kuat”, di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Minggu (30/8/2026).
Talkshow ini, diikuti ratusan peserta meliputi, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta anggota Dekranasda, PKK dan Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Mengawali penyampaiannya, Noni Hidayat mengatakan, pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci sukses dalam menjalankan usaha. Noni Hidayat melanjutkan, selain membantu menjaga keberlangsungan usaha, manajemen keuangan yang baik juga dapat memperkuat kondisi ekonomi keluarga dan masyarakat.
Menurut Noni Hidayat, dunia usaha selalu diwarnai dinamika pasang surut yang memerlukan dana cadangan. Oleh karenanya, lanjut Noni Hidayat, para pelaku usaha harus mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha, agar modal usaha tetap terjaga, meskipun kondisi usaha sedang lesu.
“Pengalaman pribadi saya, dalam menjalankan bisnis itu ada naik turunnya. Kadang untung, kadang minus. Demi terjaganya keberlangsungan usaha, pelaku usaha harus mengalokasikan dana cadangan, ini penting agar modal tetap terjaga, meski kondisi usaha lesu,” ucap Noni Hidayat, dihadapan ratusan peserta talkshow.
Lebih lanjut Noni Hidayat mengingatkan agar masyarakat pelaku usaha harus pintar membedakan antara modal dan keuntungan. Menurut dia, keuntungan usaha, baru dapat dihitung setelah seluruh modal bahan dasar dan biaya operasional terpenuhi.
Noni Hidayat berpesan, agar keuntungan yang diperoleh dari hasil usaha tidak langsung dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif keluarga. Sebagian keuntungan, lanjut dia, sebaiknya disisihkan sebagai dana cadangan dan pengembangan usaha.
















