“Jika memperoleh keuntungan besar, jangan lupa disisihkan untuk pengembangan usaha. Jangan langsung dihabiskan. Selain bisa dijadikan sebagai dana cadangan, bisa juga dipakai untuk mensubsidi keberlangsungan usaha di bulan-bulan berikutnya, jika terjadi penurunan penjualan,” ujarnya.
Noni Hidayat berharap masyarakat khususnya pelaku UMKM dan kerajinan lokal, ke depannya semakin cermat dalam mengelola dan mengambil keputusan keuangan, supaya mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Di kesempatan yang sama, Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, mengatakan talkshow tersebut menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, perlindungan konsumen, penggunaan layanan keuangan secara bijak, serta pemberdayaan ekonomi melalui usaha produktif.
“Melalui edukasi dan arahan manajemen keuangan ini, diharapkan para pelaku UMKM dan kerajinan lokal di Bangka Belitung tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki ketahanan finansial yang kuat dalam menjalankan usahanya,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
Untuk diketahui, talkshow bertajuk “Money Talk: Finansial Sehat, Keluarga Kuat” ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Explore Babel 2026.
Selain menghadirkan Noni Hidayat, talkshow ini turut menghadirkan Ketua Ikatan Istri Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IIPOJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Serli Eko Wijaya, serta Ketua PIPEBI perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Clartje Awulle, sebagai narasumber.
Redaksi.
















