Selain soal kendaraan, R juga dikabarkan sempat mengeluarkan pistol saat keributan terjadi di rumah korban. Berdasarkan informasi yang diperoleh, senjata tersebut sempat dicabut dari sarung yang terselip di pinggangnya, sebelum akhirnya dimasukkan kembali.
Belum diketahui secara pasti apa tujuan pengeluaran pistol tersebut dan apakah senjata dalam kondisi siap digunakan. Polisi juga belum memberikan keterangan resmi mengenai jenis senjata api yang dibawa R saat kejadian.
Isu ini menjadi perhatian serius mengingat R merupakan anggota kepolisian yang bertugas sebagai ajudan kepala daerah.
Dilansir berita sebelumnya, Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, membenarkan bahwa R merupakan ajudan atau ADC (Aide-de-camp) Bupati Bangka Selatan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung di Polres Bangka Selatan.
“Benar yang bersangkutan adalah ajudan atau ADC. Saat ini sudah di Polres Basel menjalani pemeriksaan,” kata Agus Arif, Minggu (15/2/2026).
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri korban. Sementara dua terduga pelaku lainnya masih diburu.
“Dua orang masih dalam pengejaran, semoga segera tertangkap,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu dari dua terduga pelaku yang masih buron disebut-sebut merupakan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi mengenai apakah CRV Turbo tersebut telah diamankan sebagai barang bukti, bagaimana hasil pemeriksaan terhadap R, serta kepastian terkait penggunaan senjata api saat kejadian. (*)














