Kandungan Pil Diduga Extasi Milik Kabag Kesra Basel Masih Diperiksa BPPOM Kota Mataram

Sekilasindonews |BANGKA SELATAN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Mataram masih memeriksa kandungan 13 butir pil yang diduga extasi milik Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bangka Selatan, Ari Dinata.

Hal demikian disampaikan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Deddy Supriadi, seperti dikutip dari laman Detikbali.com, Senin (11/12/2023).

“Tablet tersebut kini tengah diperiksa kandungannya di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram,” kata Deddy.

“Nanti dari hasil uji lab itu, kalau positif (kandungan pil ada zat narkobanya), maka kami lakukan pengembangan dan penelusuran perolehan sumber barangnya (13 tablet),” tambahnya.

Dijelaskan Deddy, menurut pengakuannya, ia sering mengonsumsi tablet tersebut. Pil beraneka warna itu di belinya di salah satu apotik yang berada di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan sebelum dinas luar ke Kota Mataram.

“Dia (Ari Dinata _red) sebelumnya sempat mengonsumsi pil tersebut saat mancing di salah satu pantai yang ada di Bangka Selatan. Namun dari hasil tes urine negatif,” jelasnya.

Sementara Kabag Kesra Bangka Selatan Ari Dinata saat dihubungi melalui via telpon seluler maupun Wasstsaap nomornya tidak aktif dan tidak bisa dihubungi, hingga saat ini, Senin (11/12/2023) Ari Dinata masih berada di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diberitakan sebelumnya, Anggota Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bangka Selatan, Ari Dinata.

Ari diamankan karena kedapatan membawa pil diduga jenis ekstasi di sebuah tempat karaoke di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (9/12/2023) malam.

Selain mengamankan Ari, polisi juga mengamankan tujuh orang lainnya dari razia yang menyasar dua tempat karaoke di Kota Mataram, masing-masing yang diamankan tersebut yakni berinisial RS, FT, HR, YA, J, ML, dan SR.

Delapan orang yang ditangkap tersebut terdiri dari perempuan pemandu lagu atau lady companion (LC) dan pengunjung dari dua tempat hiburan malam itu. Mereka diamankan karena membawa narkotika jenis sabu-sabu hingga ekstasi.

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Ari Dinata. Ari menyebut saat itu dia sedang di restoran yang satu gedung dengan tempat karaoke.

“Salah itu beritanya, ditangkap di karaoke, saat karaoke, ada LC (ladies companion), salah Pak. Salah banget, saya tidak sedang di karaoke, saya sedang di restonya,” jelas Ari Dinata, saat di konfirmasi, pada Minggu (10/12/2023) malam.

Ia juga minta agar berita yang beredar mengenai dirinya itu untuk diluruskan agar tidak terjadi kesalah pahaman di kalangan masyarakat, terutama Pemkab Bangka Selatan.

“Intinya saya ingin meluruskan, bahwa saat itu saya tidak berada di tempat karoke, malainkan saya sedang di restonya, hanya saja bangunan induknya itu tergabung dengan karaoke,” kata dia.

Tak hanya itu, ia juga membantah bahwa pil yang dibawanya itu adalah ekstasi. Pil itu kata dia adalah pil dimenhydrinate generik.

“Itu obat dimenhydrinate, obat itu untuk mancing, kaya obat antimo (anti mabok), ada 2 bungkus, yang satu full, yang satunya sudah diminum. Jumlahnya 12 bukan 13 butir,” pungkasnya.