Ia meminta masyarakat untuk langsung menolak secara tegas jika menerima panggilan telepon, pesan singkat, maupun proposal bodong yang mengatasnamakan dirinya atau pejabat utama Polres Bangka Selatan lainnya.
”Siapa tahu ada yang menelepon mengatasnamakan baik itu Kapolres, maupun Kasat, meminta bantuan terkait dengan penyelenggaraan hari Bhayangkara, tolong jangan dipercaya dan jangan ditanggapi,” tegasnya secara lugas.
Langkah antisipasi dini ini sengaja disuarakan oleh pucuk pimpinan Polres Bangka Selatan mengingat para pelaku penipuan kriminal sering kali memanfaatkan momen hari besar institusi untuk meraup keuntungan pribadi. Kejahatan manipulasi psikologis (social engineering) seperti ini kerap menyasar para pengusaha, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait di daerah.
Karena itu, Kapolres meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui call center resmi jika menemukan adanya indikasi pemerasan atau penipuan berkedok HUT Bhayangkara tersebut.
”Jangan ragu untuk mengonfirmasi langsung ke Polres atau Polsek terdekat. Mari kita jaga bersama situasi kamtibmas di Bangka Selatan agar tetap kondusif dan bersih dari praktik-praktik penipuan oknum tidak bertanggung jawab,” pungkas AKBP Agus Arif Wijayanto. (*)
















