Dalam kunjungannya, Qodari juga memperoleh penjelasan mengenai implementasi program dari Kementerian Komunikasi dan Digital serta Pemerintah Kota Surabaya.
Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai perangkat daerah yang dinilai membuat proses pendataan berjalan cepat.
Hingga 28 Juli 2026, Kota Surabaya menjadi daerah dengan capaian pendataan tertinggi, yakni mencapai 99,82 persen dari total 1.001.688 jumlah Kartu Keluarga (KK).
“Kami melihat pelaksanaannya sudah hampir selesai. Insyaallah satu sampai dua hari lagi seluruh kepala keluarga di Surabaya sudah terdaftar. Yang juga menarik adalah kolaborasi antardinas dengan kecamatan yang berjalan sangat baik sehingga program ini dapat dilaksanakan secara efektif,” ujarnya.
Dari pendataan tersebut, hasilnya terdapat sekitar 25 ribu KK yang selama ini sebenarnya tidak berhak mendapat bansos. Selain itu, juga berhasil menjaring sekitar 51 ribu KK baru yang berhak menerima bansos.
“Bayangkan, ada sekitar 51.000 KK yang selama ini harusnya dapat bansos tapi tidak menerima. Hari ini mereka mendapatkan keadilan lewat digitalisasi perlinsos,” tegasnya
Qodari meyakini sistem digital tersebut akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keadilan sosial.
Herman Yakub.
















