Debby berharap, melalui rencana pemecahan rekor MURI yang melibatkan pelaku usaha terasi, bisa menciptakan efek berantai, tidak hanya pada promosi produk terasi, tetapi juga terhadap peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti peran OJK yang kini tidak hanya berfungsi sebagai pengawas sektor keuangan, tetapi juga hadir dalam mendukung penguatan UMKM melalui berbagai program pendampingan.
“OJK hadir tidak hanya mengawasi, tetapi juga mendampingi UMKM, mulai dari penguatan usaha, pengemasan hingga akses pemasaran. Ini langkah nyata yang sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. UMKM adalah penggerak utama ekonomi, sehingga perlu diperkuat dari sisi permodalan, kapasitas SDM, hingga akses ke industri jasa keuangan,” kata Eko.
Ia menjelaskan, penguatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM, baik dalam produksi maupun dalam mengakses pembiayaan secara lebih luas.
“Ketika UMKM tumbuh, industri jasa keuangan ikut berkembang, dan ekonomi masyarakat pun bergerak,” pungkasnya. (rik)


















