Kelangkaan Pertalite di Tempilang Diduga Ulah Pengerit dan Penyalahgunaan Barcode
SEKILASINDONEWS.COM – Warga Tempilang kembali dibuat resah setelah pertalite mendadak hilang dari SPBU setempat dalam beberapa hari terakhir.
Kelangkaan yang terjadi sejak awal November ini ditengarai bukan disebabkan keterlambatan pasokan, melainkan ulah para pengerit dan praktik penyalahgunaan barcode yang membuat BBM bersubsidi tak sampai ke tangan masyarakat.
Keluhan warga mencuat setelah antrean panjang di SPBU Tempilang tidak berbanding lurus dengan ketersediaan BBM. Pertalite disebut habis terlalu cepat dan diduga “disedot” oleh pengerit yang menggunakan tangki modifikasi.
Parahnya lagi, barcode milik warga diduga dipinjam atau dipakai pihak lain sehingga jatah pembelian mereka tersedot sebelum sempat digunakan.
“Ko tadi beli pertalite Rp15 ribu di pertamini, di Tempilang menghilang macam siluman. Di Simpang Yul Kelapa malah normal,” tulis seorang warga dalam pesan WhatsApp yang diterima media, Jumat (15/11/2025) pukul 07.25 WIB.
Dalam pesan lanjutan, warga tersebut juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dan pegawai SPBU yang membiarkan pengerit berulang kali mengisi BBM menggunakan barcode pinjaman. Pola ini menurut warga sudah lama terjadi dan menjadi pembicaraan umum di warung-warung kopi.
“Dek beres agik aparat ngulon urang ngerit, pakai baju dinas dek malu 2 agik. Banyak pengerit pakai tengki modifikasi. Lingkaran setan lah bekerje kek pegawai SPBU,” ungkapnya.



















