Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Kepulauan Babel, Eko Kurniawan, menyampaikan bahwa Bangka Belitung memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik dari sektor pertambangan, kelautan, maupun pariwisata. Di sisi lain, potensi tersebut juga diikuti persoalan lingkungan yang tidak sederhana.
Untuk itu, Pemprov Babel meminta dukungan dari DPD RI agar tata kelola sumber daya alam di daerah tersebut dapat diperbaiki demi kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
“Mohon dukungan DPD RI. Bangka Belitung ini kaya sumber daya alam, jangan sampai masyarakatnya tetap miskin. Semoga ke depan Pemerintah Pusat bisa mengatur pertambangan ini demi kesejahteraan masyarakat. Pemprov Babel berkomitmen mewujudkan pembangunan yang maju tapi tetap selaras dengan pelestarian lingkungan,” tegasnya.
General Manager Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, Ryan Andri, menyambut baik kunjungan Komite II DPD RI tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan perbaikan dalam operasional penambangan.
“Semoga pertemuan ini membawa manfaat, membuka ruang dialog konstruktif, serta mempererat sinergi antara PT Timah Tbk dan Komite II DPD RI dalam mendukung pembangunan serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ryan menambahkan bahwa PT Timah Tbk berkomitmen memastikan seluruh kegiatan operasional tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi negara, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan UMKM, pembangunan sosial, serta program pendidikan dan kesehatan.
“PT Timah Tbk secara konsisten mengimplementasikan Good Mining Practice untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memastikan keberlanjutan kegiatan usaha,” tutupnya. (*)










