Kondisi Gedung Rawat Inap RSUD Basel Retak, Begini Penjelasan PPK

SN.COM |TOBOALI – Pembangunan gedung rawat inap dengan nilai pagu 19.480.375.000 yang bersumber dari Dak Bidang kesehatan tahun 2023 ini mengalami keretakan disejumlah titik seperti keramik luar, hingga tembok belakang.

Menanggapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yudi Siswanto menyebutkan, pihaknya sudah mengecek ke lokasi dan langsung menginstruksikan ke pihak penyedia untuk segera melakukan perbaikan.

“Siap bang sudah kami cek di lokasi tadi. Kami juga langsung instruksikan ke penyedia untuk segera lakukan perbaikan berhubung retak ringan bukan kerusakan struktur jadi proses perbaikannya pun bisa di lakukan dengan cepat,” kata Yudi, kepada Wartawan, Rabu (24/1/2024).

Dijelaskan Yudi, dimasa pemeliharaan selama 6 bulan, pihak penyedia wajib melakukan perbaikan, apabila ada yang rusak atau tidak berfungsi.

“Hari ini tadi sudah mulai dilakukan perbaikan. Untuk masa pemeliharaan sampai dengan bulan Juni bang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, gedung rawat inap RSUD Bangka Selatan yang baru selesai dibangun nampak sudah mulai retak.

Pantauan Media, pada Senin (22/1/2024) kemarin, keretakan tersebut mulai nampak di beberapa titik, baik itu di bagian luar maupun di bagian dalam gedung, seperti keramik, dinding gedung, plafon, dan paving blok di halaman gedung yang banyak tenggelam, rusak dan hancur.

Begitu juga dibagian dalam gedung, nampak terlihat ada keretakan dan rusak seperti, besi pegangan tangga, plafon dan dinding gedung.

Padahal, proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Kabupaten Bangka Selatan itu telah menghabiskan anggaran senilai Rp 19.480.375.000.00.

Anggaran yang digunakan bersumber dari dana DAK Bidang Kesehatan tahun anggaran 2023, proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan asal Bandung PT. Sangkuriang Karya Semesta.