Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Konflik Lahan Desa Pergam Diduga Sarat Kepentingan, Sandi Bikin Klarifikasi Lewat TikTok

×

Konflik Lahan Desa Pergam Diduga Sarat Kepentingan, Sandi Bikin Klarifikasi Lewat TikTok

Sebarkan artikel ini
Konflik Lahan Desa Pergam Diduga Sarat Kepentingan, Sandi Bikin Klarifikasi Lewat TikTok
Foto Sandi dari hasil tangkapan layar dalam video unggahan klarifikasi di akun media sosial tiktok miliknya

SEKILASINDONEWS.COM – Konflik lahan di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, kembali menjadi  perbincangan hangat oleh publik.

Pasalnya, di tengah isu konflik lahan yang diduga sarat dengan kepentingan tersembunyi, sosok Sandi yang selama ini dikenal paling vokal dalam memperjuangkan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan Sungai Kemis akhirnya buka suara.

Lewat akun TikTok pribadinya, @sandithea54, Sandi mengunggah video klarifikasi berdurasi 6 menit 34 detik untuk menanggapi soal isu konflik lahan yang disebut-sebut ada sarat aroma kepentingan dalam gerakannya.

“Assalamu’alaikum wr.wb. Saya Sandi ingin menanggapi soal isu beberapa hari terakhir yang menyebutkan bahwa gerakan dan perjuangan yang kami lakukan terkait DAS di Sungai Nyirih Kemis ada kepentingan pribadi. Itu kalian kurang jauh mainnya, Bro,” ujar Sandi dikutip dalam video tersebut.

Dalam penjelasannya, Sandi mengklaim bahwa perjuangan yang ia lakukan bersama kelompoknya murni untuk kepentingan masyarakat bukan kepentingan pribadi. Menurutnya, gerakan dan perjuangan yang dilakukannya untuk menjaga kawasan resapan air Sungai Kemis sebagai sumber penghidupan bagi persawahan Desa Pergam dan Desa Serdang.

“Kalau mau tahu apakah ini untuk kepentingan umum atau pribadi, datang saja ke Desa Pergam. Nanti kita wawancara satu per satu masyarakat yang ada di sini. Kawasan Sungai Kemis itu merupakan sumber kehidupan bagi persawahan,” sambungnya.

Sandi juga mengaku dalam beberapa minggu terakhir ini, pihaknya memang sengaja tidak melakukan pergerakan apapun karena menghormati proses penyelesaian konflik yang sedang diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

“Kenapa kami beberapa minggu terakhir ini tidak melakukan pergerakan apapun, karena kami menghormati proses yang sedang dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan, yang katanya mereka ingin menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Sandi juga menyebut, dalam rapat bersama dinas terkait di Kantor Sekda Bangka Selatan pada Selasa, 28 Oktober 2025 lalu, semua pihak yang hadir sudah sepakat agar kawasan rawa-rawa di Sungai Kemis dan Sungai Nyirih ditetapkan sebagai daerah resapan air yang dilindungi.

“Waktu rapat dengan dinas terkait dua minggu lalu, kami sudah sepakat bahwa kawasan rawa-rawa di Sungai Kemis dan Sungai Nyirih ditetapkan sebagai daerah resapan air yang dilindungi, dan kami menghargai keputusan itu,” kata Sandi

Konflik Lahan Desa Pergam Diduga Sarat Kepentingan, Banyak Pembeli tapi Hanya Satu yang Diserang

Diberitakan sebelumnya, Konflik lahan di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, diduga memiliki sarat kepentingan yang dilakukan oleh kelompok Sandi Cs dengan pihak yang didugat.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun bukan hanya satu pihak saja yang membeli dan membuka lahan di kawasan tersebut, termasuk di area yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Sedikitnya ada lebih dari 10 pengusaha disebut-sebut telah membeli dan membuka lahan di wilayah itu untuk perkebunan sawit.

Namun, kelompok masyarakat yang dipimpin Sandi Cs justru hanya menyoroti satu nama, seolah-olah seluruh kawasan hutan di Desa Pergam dibeli dan dikuasai oleh satu orang saja.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya upaya penggiringan opini dan aroma sarat kepentingan dalam isu yang selama ini digaungkannya.

“Lahan di Desa Pergam itu banyak yang beli, bukan hanya satu orang saja,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi melalui sambungan telepon via whatsApp, pada Jumat (7/11/2025).

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel