Selain itu, rakor ini juga membahas berbagai kebutuhan pendukung atlet, mulai dari sarana dan prasarana latihan, ketersediaan pelatih, hingga dukungan teknis lainnya. Menurut Dodi, hal ini penting agar proses persiapan menuju ajang besar tersebut dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.
“Dengan pemetaan ini, kita bisa mengetahui secara jelas kekuatan dan kekurangan yang kita miliki. Dari situ, kita bisa fokus memperbaiki kelemahan sekaligus memperkuat sektor yang sudah menjadi unggulan kita,” katanya.
Dodi menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang KONI Bangka Selatan menuju Porprov VII Babel 2026. Karena itu, pihaknya menargetkan peningkatan prestasi dengan persiapan yang lebih matang dan terstruktur dibandingkan edisi sebelumnya.
“Melalui rakor ini, kami berharap seluruh cabang olahraga dapat aktif menyampaikan data atlet secara akurat dan terbuka, sehingga program pembinaan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan seluruh cabor sebagai kunci utama dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan kompetitif.
“Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal persiapan KONI Bangka Selatan dalam menghadapi Porprov 2026. Kami berharap, dengan pendataan atlet dari setiap cabor dan pembinaan atlet secara berjenjang, prestasi olahraga daerah dapat terus meningkat dan memberikan hasil yang membanggakan,” pungkasnya Dodi. (*)
















