Sekilasindonews.com JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mendesak Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah untuk segera menyiapkan langkah mitigasi menyusul dampak penutupan ruang udara dan gangguan penerbangan internasional yang berpotensi menghambat perjalanan puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia.
Menurutnya kader dari Partai yang diketahui oleh Prabowo Subianto ini, Komisi VIII DPR RI saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah guna memastikan keselamatan jemaah, baik yang sudah berada di Arab Saudi maupun yang masih dalam perjalanan menuju Tanah Suci.
Kami di Komisi VIII DPR RI terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah, khususnya Kemenhaj, untuk memitigasi perkembangan situasi di Timur Tengah.
“Perhatian kuat kami saat ini tertuju pada jemaah yang menggunakan penerbangan transit, seperti di Doha, Qatar, maupun Dubai, karena mereka yang paling rentan terdampak jika terjadi penutupan ruang udara secara mendadak,” ujar tokoh Gerindra Jawa Tengah ini
Ia menilai jalur transit di Doha dan Dubai menjadi titik krusial apabila terjadi eskalasi lanjutan yang berujung pada pembatasan atau penutupan akses udara secara tiba-tiba.
Selain itu, Abdul Wachid menekankan pentingnya tanggung jawab penuh dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dalam memastikan kepastian informasi dan perlindungan jemaah.
Ia meminta travel umrah tidak lepas tangan dalam situasi darurat seperti saat ini.
“Saya meminta pihak travel (PPIU) untuk benar-benar bertanggung jawab dan bekerja sama penuh dengan Pemerintah. Tidak boleh ada jemaah yang dibiarkan tanpa kejelasan.
















